Melihat apa yang terjadi belakangan ini di negara kita tercinta, dimana begitu banyak tindak kekerasan, asusila, kriminalitas dan korupsi yang semakin merajalela di bangsa yang telah lama merdeka ini. Akan tetapi, selama itu pula generasi - generasi muda bangsa ini tidak pernah merdeka secara pendidikan. Moral mereka selalu diracuni oleh pihak - pihak yang mengagungkan kekuasaan. Tiada ketulusan membangun bangsa, tanpa tahta di tangan mereka.Sektor pendidikan, yang menjadi kunci utama untuk sebuah bangsa membangun masa depanpun tidak luput dari karya mereka. Tidak adanya sistem pendidikan yang benar -benar mendidik anak - anak bangsa untuk kreatifdan memiliki karakter yang mencerminkan karakter bangsa, membuat mereka seolah - olah hanya menjadi robot, bisa bergerak, bahkan sangat handal, tpi dia tidak bisa mengendarai sendiri kendaraan itu. Kita lihat, bagaimana sisitem kelulusan yang ditentukan oleh UN, proses yang begitu oanjang selama sekolah hanya ditentukan oleh empat hari, dengan tingkat kualitas UN yang tidak memiliki standar batasan yang jelas. Proses sekolah yang lebih menekankan pada penghafalan, tidak merangsang otak dari siswa untuk berfikir kretif, membuat siswa hanya bisa berjalan di belakang guru. Tugas - tugas yang membuat siswa selalu tertekan oleh nilai, membuat batin mereka selalu tidak nyaman selama bersekolah, sehingga banyak anak yang putus sekolah. Kualitas dari guru, yang sekarang ini bergaji sangat besar, tidak bisa memberikan kontribusi yang sesuai dengan apa yang dia dapatkan dari uang rakyat. Oknum - oknum setan, yang dengan sesukanya memakan uang BOS, ataupun uang lainya, yang notabenya siswa harus gratis untuk mengenyam pendidikan di negeri yang kaya ini. Serta kesemprawutan yang menjadi polemik di dunia pendidikan bangsa ini. Semua telah menjadi dongeng sejak lama, yang menjadikan anak cucu kita sebagai korban. Haruskah semua itu dilanjutkan menjadi sebuah tradisi?
Jika kita lebih cermat dalam memandang semua itu, semua terjadi karena pelaku - pelaku politik yang memanfaatkan pendidikan demi menjaga kekuasaan mereka, sehingga tidak ada sistem pendidikan yang murni ditujukan untuk mencerdaskan anak bangsa. Jika semuabergerak pada bidangnya masing - masing, dengan profesionalitas dan loyalitas, jelas semua akan bergerak lebih pada jalurnya. Dan pendidikan yang diajarkan oleh setan, sudah saatnya kita tinggalkan. Kaum muda harus bergerak, untuk mengultimatum para kaum tua yang telah duduk lama di kursi yang serat akan kemuliaan tapi tidak pernah memberi kontribusi positif yang objektif. Bukan saatnya lagi bagi kaum muda untuk sekedar berwacana. Butuh sepuluh tahun lagi, kalau tidak dimulai dari sekarang.
SEGERAKAN REVOLUSI PENDIDIKAN di BANGSA ini !!!!!!!!!!!!!!!!1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar